Ketika sebuah bisnis jasa mulai bertumbuh, masalah terbesar sering kali bukan datang dari mencari klien baru melainkan kekacauan di meja administrasi.
Mencatat jadwal manual di buku agenda, membuat faktur satu per satu, menagih pembayaran via chat pribadi, hingga mengecek mutasi bank secara berkala adalah resep pasti menuju kesalahan manusia (human error).
Untuk menyelesaikan masalah operasional tersebut, saya merancang dan membangun Koncomoto Dashboard—sebuah platform client management terpadu yang mentransformasi alur kerja manual menjadi sistem otomasi end-to-end.

Titik Kritis: Beban Operasional yang Menghambat Pertumbuhan
Sebelum sistem ini dibangun, operasional harian berjalan dengan gesekan (friction) yang cukup tinggi:
Proses Manual yang Lambat: Setiap pemesanan membutuhkan waktu admin untuk input data, generate invoice, dan kirim konfirmasi.
Follow-up Pembayaran yang Terlewat: Tidak adanya pelacakan otomatis membuat penagihan jatuh tempo sering terlambat.
Risiko Jadwal Bentrok: Penjadwalan acara manual sangat rentan terhadap double booking dan salah catat tanggal.
Bisnis membutuhkan sistem yang tidak hanya mencatat data, tetapi aktif bekerja menggerakkan alur bisnis secara otomatis.
Solusi & Arsitektur Sistem
Sebagai Full Stack Developer, saya bertanggung jawab penuh atas arsitektur, pengembangan antarmuka, logika backend, hingga integrasi berbagai layanan pihak ketiga.
Alur otomatisasi yang dibangun mencakup:
Booking & Invoice Instan: Klien memilih layanan melalui antarmuka modern yang responsif. Sistem secara otomatis membuat invoice digital tanpa intervensi admin.
Otomasi Pengingat (WhatsApp & Email): Mengembangkan bot WhatsApp kustom berbasis Express.js serta integrasi layanan email untuk mengirimkan invoice dan pengingat jatuh tempo secara terjadwal.
Pembayaran Otomatis (Xendit Gateway): Klien membayar langsung melalui payment gateway. Status pembayaran terverifikasi secara real-time dan admin langsung menerima notifikasi instan.
Sinkronisasi Jadwal (Google Calendar API): Begitu pembayaran terkonfirmasi lunas, sistem secara otomatis mencatat dan mengunci jadwal acara ke Google Calendar tanpa perlu input ulang.
Tech Stack yang Digunakan
Frontend & Core Framework: Next.js (Full-stack architecture), Framer Motion, Lucide Icons, Date Picker Libraries.
Microservice / Bot: Express.js (Dedicated WhatsApp Bot engine).
Database & ORM: PostgreSQL (Neon) & Prisma ORM.
Third-Party Services: Xendit Payment Gateway, Google Calendar API, WhatsApp API, Node.js Email Service.
Dampak & Pembelajaran Jangka Panjang
Dikembangkan dan dirawat secara berkelanjutan selama lebih dari satu tahun, proyek ini memberikan dampak nyata:
Mengeliminasi 100% proses pembuatan invoice manual dan rekap pembayaran.
Mencegah potensi jadwal ganda melalui sinkronisasi kalender terpusat.
Mengasah keahlian saya dalam mengelola maintenance jangka panjang, stabilitas integrasi multi-API, dan menerjemahkan kebutuhan operasional bisnis ke dalam solusi perangkat lunak yang tangguh.
