Adyfas.16 Oktober 2026
Warung Go Project

Di tengah gempuran platform belanja raksasa, warung kelontong dan UMKM lokal sering kali kesulitan menjangkau pelanggan yang sebenarnya berada tepat di radius tetangga mereka. Masalah utamanya sederhana: jarak fisik tidak selalu terlihat secara digital.

Merespons tantangan tersebut, saya membangun Warung Go—sebuah solusi inovatif berbasis komunitas yang dirancang khusus untuk mendekatkan pedagang lokal dengan warga di sekitarnya melalui teknologi pelokasian pintar (location tracking) dan pemesanan digital.

Ekosistem Tiga Sisi yang Terintegrasi

Warung Go bukan sekadar aplikasi belanja biasa, melainkan sebuah ekosistem mikro yang menyatukan tiga peran krusial dalam satu alur yang mulus:

  • Pelanggan: Dapat menemukan toko terdekat, memesan produk, hingga melacak status pengiriman.

  • Mitra UMKM: Mendapatkan platform digital untuk memamerkan etalase toko, mengelola produk, dan menerima pesanan masuk.

  • Kurir Pengantaran: Menangani logistik pengiriman pesanan dari merchant langsung ke tangan pelanggan dengan efisien.

Teknologi & Fitur Utama

Begitu pengguna membuka aplikasi, mereka langsung disambut oleh pengalaman visual yang interaktif. Mengandalkan integrasi Leaflet dan CARTO Analytics, aplikasi secara instan mendeteksi titik koordinat pengguna dan langsung merekomendasikan 10 storefront UMKM terdekat.

Pendekatan ini tidak hanya mendorong penemuan toko lokal secara digital, tetapi juga memicu kunjungan fisik langsung ke lingkungan sekitar. Kombinasi unik antara direktori peta pintar dan platform e-commerce menjadikan Warung Go sebagai jaringan pengantaran yang benar-benar berakar pada komunitas.

Dampak & Nilai Tambah

Warung Go membuktikan bagaimana teknologi geospasial dan web modern dapat dilebur untuk menyelesaikan masalah nyata di tingkat akar rumput. Proyek ini mencerminkan kemampuan saya dalam merancang produk yang berpusat pada pemberdayaan sosial, memadukan analitik visual, dan membangun ekosistem digital yang berdampak langsung bagi perekonomian lokal.